70 %

1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tdk terpakai.

2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubajir.

3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.

4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tdk dpt diterapkan.

5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng2 tdk bermakna.

6. Pakaian n peralatan dlm sebuah rumah, 70%nya nganggur tdk terpakai.

7. Seumur hidup cari duit banyak2, 70% nya dinikmati ahli waris.

Wahyu Purnomo
VEDC Malang
YM,GMail,FB, Twit,Wordpress: wahyupur
Sent from my BlackBerry®

Iklan
Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Dulu

Dulu, aku pernah sangat kagum pada manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir & hebat dalam dunianya..
Sekarang, aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku, aku kagum dengan manusia yang hebat di mata Allah. Manusia yang sanggup bersyukur kepada Allah dengan sepenuh hati, sekalipun kadang penampilannya begitu biasa & bersahaja..

Dulu, aku memilih marah karena merasa harga diriku dijatuhkan ketika orang lain berlaku kasar kepadaku, menggunjingku dan menyakitiku dengan kalimat² sindiran.
Sekarang, aku memilih untuk bersyukur & berterimakasih karena ku yakin ada kasih yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan & bersabar..

Dulu, aku memilih mengejar dunia & menumpuknya sebisaku, ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan & minum untuk hari ini..
Sekarang, aku memilih untuk bersyukur dengan apa yang ada & memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan penuh kasih & bermanfaat untuk sesama..

Dulu, aku berpikir bahwa aku bisa mambahagiakan orangtua, saudara & teman²ku kalau aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan itu melainkan sikap, tingkah & sapaanku kepada mereka.. Sekarang, aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku..

Dulu, pusat pikiranku adalah membuat rencana² dahsyat utk duniaku, ternyata aku menjumpai teman & saudara²ku begitu cepat menghadap kepadaNya.
Sekarang, yang menjadi pusat pikiran dan rencanaku adalah bagaimana mempersiapkan diri dan terutama hatiku agar aku selalu siap jika suatu saat namaku dipanggil olehNya. Tak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati teriknya matahari besok.
Tak ada yang bisa memberikan jaminan bahwa aku masih bisa menghirup nafas esok hari..

Kalau hari ini dan esok hari aku bisa hidup, itu semata² karena anugerah Allah.. Wahyu Purnomo
VEDC Malang
YM,GMail,FB, Twit,Wordpress: wahyupur
Sent from my BlackBerry®

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Batu kecil

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah…

Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.

Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah “sebentar saja” ke atas.
Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor…

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi “dunia” kita.

Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA

Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang··· Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi “HOKI!”

Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah.

Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan “batu kecil” yg kita sebut musibah …! agar kita mau menoleh kepada-NYA.

Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil.

Semoga Bermanfaat …

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Sedekah Kepada Kerabat

Termasuk bagian sedekah yg utama adl kpd kerabat kita, yaitu keluarga dekat yg masih memiliki hubungan darah (rahim).

A. Pahala Silaturrahim Juga.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

“Sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat yg memiliki hubungan rahim baginya dua sedekah:

Satu sbg sedekah & satu lainnya menyambung silaturahim.”

B. Dimulai Dari Tanggungan Kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

“Sebaik-baik sedekah adalah pemberian tatkala ia mampu. Dan mulailah pemberian sedekah kepada orang yang berada dalam tanggunganmu…” (HR. al-Bukhari: 1426)

Sungguh Islam sangat memperhatikan kebutuhan keluarga & karib saudara…

Semoga dengan akhlak baik, sedekah & seluruh kebajikan kita, nasihat lebih mudah meresap ke dalam dada keluarga & sanak kerabat tercinta.

Wahai hati…
Utuslah kami, seluruh anggota tubuh ini menuju ketaatan bukan lagi pd kemaksiatan.

Sebelum tiba saat Allah mengambil satu-persatu nikmat yang kami luput bersyukur atasnya. Ayunkan langkahku tuk selalu sedekah..

✽ بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Bungkus atau Isi

“BUNGKUS atau ISI”

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila kita hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya…

Bedakanlah apa itu “BUNGKUS” & apa itu “ISI”

“Rumah yang indah” itu hanya bungkusnya;
“Keluarga bahagia” itu adalah isinya.

“Pesta pernikahan” hanyalah bungkusnya;
“Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itulah isinya…

“Ranjang mewah” hanyalah bungkusnya;
“Tidur nyenyak” itu isinya.

“Kekayaan” itu hanyalah bungkusnya;
“Hati yang gembira” itulah isinya…

“Makan enak” hanyalah bungkusnya;
“Gizi, energi, dan sehat” itulah isinya…

“Kecantikan dan Ketampanan” hanyalah bungkusnya;
“Kepribadian dan Hati yang baik” itulah isinya…

“Bicara” itu hanyalah bungkusnya;
“Kenyataan” itulah isinya…

“Buku” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan” itulah isinya

“Jabatan” hanyalah bungkusnya;
“Pengabdian & pelayanan” itulah isinya.

“Berpenampilan agamis ” itu hanya bungkusnya;
“Melakukan Ajaran Agama dgn benar” itulah isinya…

“Kharisma” hanyalah bungkusnya;
“Karakter” itulah isinya…

Sahabatku.., utamakanlah isinya, namun tetap rawat bungkusnya..

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Orang ber-Iman tidak akan terkena Stres

Sebagai hamba Allohu ‘Azza Wa Jalla, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Qs Al Anbiya’: 35)

Al Imam Ibnu Katsir -Rohimahulloh- berkata: Makna ayat ini yaitu:

“Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.”

sobatku, Jd ujian Allah b’tujuan utk mengangkat derajad hambaNYA, & mjd sebab mewujudkan sifat sabar, ridha,syukur,pasrah,tawakal,berserah diri,& m’kuatkan keyakinan akan rahmah Allah, jg akan m’hapus dosa2 kita.

“Maka bersabarlah, mungkin kamu tdk menyukai sesuatu, pdhal Allah menjadikan pdnya kebaikan yg banyak ” (An nisa (4); 9).

Tetap semangat dan selamat beraktifitas.. Semoga mendapat Rizqi dan karunia Alloh yang Barokah….‎​​​​​

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar

Masih Banyak Orang Baik

SEBUAH KISAH NYATA
Masih Banyak Orang Baik..

Suatu hari teman saya naik angkutan kota dari Darmaga menuju Terminal Baranangsiang, Bogor.

Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk teman saya tsb. Masih ada 5 kursi yg belum terisi.

Di tengah jalan, angkot2 saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan aneh. Di depan angkot yg kami tumpangi, ada seorang ibu dgn 3 orang anak remaja berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yg berhenti di hadapannya, dari jauh kami bisa melihat si ibu bicara kepada sopir angkot, lalu angkot itu melaju kembali.

Kejadian ini terulang beberapa kali. Ketika angkot yg ditumpangi berhenti, si ibu bertanya: “Dik, lewat terminal bis ya?” sopir tentu menjawab “ya”. Yang aneh si ibu tidak segera naik. Ia bilang “Tapi saya dan 3 anak saya tidak punya ongkos.” Sambil tersenyum, sopir itu menjawab, “Gak pa-pa Bu, naik saja,” ketika si Ibu tampak ragu2, sopir mengulangi perkataannya “Ayo bu, naik saja, gak pa-pa ..”

Teman saya terpesona dgn kebaikan Supir angkot yg masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si sopir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk si ibu & anak2nya.

Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan ini turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp20 ribu.

Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.4 ribu) Pria ini bilang bahwa uang itu untuk ongkos dirinya & 4 penumpang gratisan tadi. “Terus jadi orang baik ya, Dik,” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu…

Sore itu teman saya benar2 dibuat kagum dengan kebaikan2 kecil yg dilihatnya. Seorang Ibu miskin yg jujur, seorang Supir yg baik hati & seorang penumpang yg budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan
Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita.!

Dipublikasi di inspiring | Meninggalkan komentar